Selasa, 27 September 2016

Serunya Nyelundup ke Acara Oppo Community F1s Meet Up Surabaya

Hidup itu, perlu yang namanya iseng. Iseng nulis di blog tau-tau dapat tawaran kerja sama. Iseng belajar bahasa arab, eh malah fasih beneran. Iseng kirim sms minta pulsa ke dosen, ternyata dapet pulsa beneran (tapi nilai E :v). Iseng ngechat mantan, sampe keterusan lalu ngga sadar malah balikan. Intinya... iseng yang tetap wajar dan sekiranya bisa mengembalikan hal positif pada diri kita.

Seperti salah satu keisengan yang aku lakukan beberapa waktu lalu. Mendaftarkan diri ke acara Oppo Community F1s Meet Up yang bertempat di Still Rod Cafe Surabaya. Meskipun sebenarnya handphone yang aku gunakan adalah Zenfone 5, ya iseng aja daftar.

Hasilnya, aku pun berhasil mendapat email ‘kepastian’ dari tim Oppo Community. Dan keisengan yang ku tanam, berubah menjadi sebuah undangan untuk menghadiri acara Oppo Community F1s Meet Up Surabaya. Ngga kayak nungguin kepastianmu, yang meskipun dipupuk dan disiram, tak pernah tumbuh dan berkembang. Statis! #uhhh :v

Registrasi acara dimulai pada pukul 17.30 WIB (Waktu Indonesia Bagian handphone masyarakat Surabaya dan sekitarnya). Sebagai mahasiswa yang teladan, tentunya aku datang telat. Telat-dan lebih tepatnya, hahaha.

Begitu sampai di Still Rod Cafe, aku langsung bergegas melakukan registrasi kehadiran dan mencari posisi duduk paling nyaman (pojokan). Sembari menunggu peserta yang lain datang, panitia mempersilahkan kita yang sudah sampai duluan untuk makan. Entah nama makanannya apa aku lupa. Yang pasti makannya pake pisau, dan ngga ada nasi di menunya. Namanya juga mahasiswa, makan indomie aja pake nasi, masak makan daging ngga nyari nasi :v #prinsip


Setelah acara pisau-memisau berlalu, dan dirasa peserta sudah rampung, barulah acara dibuka dengan saling  perkenalan satu-satu peserta. Tentunya aku ngga mau ketinggalan donk. Lumayanlah bisa promosi socmed dan blog toiletman.xyz hohoho. Mayan... nambah 1 viewer :v

Sesuai dengan namanya, acara dilanjutkan dengan presentasi singkat tentang Oppo F1s. Ngga hanya dari tim Oppo, tapi juga dari O-fans yang sudah merasakan bagaimana sensasi kencan dengan Oppo F1s yang mulus, bersih, elegan bin tipis body-nya.

Nah, biar ngga mainstream. Review dan penjelasan tentang Oppo F1s yang sudah aku dapatkan pada acara ini, bakalan aku jelasin dalam sebuah scene sinetron pendek. Antara dua sahabat Ali dan Jason, yang sedang makan bakso di warungnya Bang Song.

***

*setelah beberapa iklan duta shampo dan pembahasan gelembung lemon soda berlalu, sinetron pun... dimulai...*

Pada suatu hari di sore yang santai, warung Bang Song tengah tiba dimasa lengang. Setelah diterpa badai serangan jam makan siang yang frontal. Disisa-sisa serangan tersebut, munculah dua sosok mahluk dari kejauhan. Perlahan mendekat dan mulai menyamankan diri duduk di kursi plastik sederhana, dengan meja berbariskan botol caos kecap dan sambal.

“Bang, bakso dua yakk”. Kata Ali sembari duduk dengan muka lusuh bernampan tangan di dahinya.

“Minumnya Lemonade tea with coconut ice, dua ya bang”. Sambar Jason dengan tampan ‘bule gagal’-nya.

“.......”. Bang Song diam menatap Jason.

*hening sejenak *

Mereka bertiga pun saling bertukar tatapan dalam waktu yang cukup lama, dan berhenti dengan Ali dan Bang Song yang menatap Jason bersama-sama.

“Es teh bang... dua...”. Jason nyengir.

Bang Song pun melengos, dan melanjutkan proses peracikan bakso ke dalam mangkoknya.

“Gimana son? lu bisa ikut aku ngga besok? Aku butuh temen, buat diminta saran pas di tempat besok”. Ali menumpahkan kerisauannya.

 “Lah kalo ane cuman ikut doank mah, ngga majalah Al, cuman kalo ngasih saran kayaknya ane ngga bisa”. Jawab Jason sembari memainkan Handphone-nya.

“Ah, lu mah gitu son... aku kan juga pengen eksis di yutub son... pengen berkarya!”.

“Ya lagian, ente ada-ada aja Al, budget cuman 4 jutaan pengen hape bagus sama kamera pro. Ngarang luh”. Tandas Jason di ikuti dengan senyum kecil.

“Lah ya abis bijimana lagi Son, hapeku kemaren rusak, kecemplung kuah rawon”. Wajah Ali kembali suram.

“Hadeh Ali Ali, kok bisa sampe nyemplung ke kuah rawon itu lho... gimana ceritanya -_-”.

Dengan senyuman yang masih tersisa di bibirnya, Bang Song pun datang menghidangkan dua mangkok bakso dan es teh kepada mereka.

“Nih, itadakimasu!”.

Ali dan Jason pun bengong seketika. Menatap wajah tukang bakso yang ternyata mukanya kayak artis korea. Tapi ngomong bahasa jepang. *alasannya: penulis ngga tau bahasa koreanya selamat makan :v*

Bang Song pun mengambil kursi dan duduk bergabung bersama mereka. Mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

“Ini adalah jawaban masalah kalian”. Ucap Bang Song ala-ala Om Mario berusaha Teguh made in Korea.

Ali dan Jason terpaku sejenak pada benda yang di keluarkan Bang Song.


“Ini catatan belanjaannya siapa bang?”. Ali penasaran.

Bang Song pun terkejut, dan segera mengambil kembali benda yang dikeluarkannya tadi. Sembari nyengir ngga karuan, Bang Song pun membuka topinya dan mengeluarkan sebuah handphone dari sana.

“Wih... abang bisa sulap ya ternyata... keren keren! Pantes mukanya mirip artis korea”.  Saut Jason lantang sambil tepuk tangan.

*lagi-lagi situasi hening seketika*

“Bukan... maksud saya, ini nih jawaban dari permasalahan kalian tadi”. Pungkas Bang Song.

“Oh... abang mau kasih aku hape bang? Wah makasi lho ba...”.

“Et etetett! Sembarangan main ambil aja... maksudnya itu, kamu kan tadi lagi mau cari hape sama kamera bagus dengan budget terbatas toh... yaini dia jawabannya. Oppo F1s Selfie Expert! #cekrek”. Bang Song segera mengambil handphone yang dia keluarkan dari tangan Ali, kemudian selfie.

Sembari Ali dan Jason menyantap bakso mereka, Bang Song pun melanjutkan silver ways-nya. Dan ya, masih ala-ala Om Mario gagal Teguh made in Korea.


“HP ini layarnya udah 5,5-inci dilapisi 2.5D Corning Gorilla Glass 4, serta lapisan logam di bagian pinggir dan pojokannya ini nih, jadi tampak elegan dan lebih nyaman di genggam”. Bang Song melanjutkan penjelasan sembari mempraktekannya.

“Lebih enak mana sama genggam pacar bang”. Saut Jason sambil senyum agak kepedesan.

“Hahaha, ya enak genggam tangan pacar lah... pacarnya orang lain tapi lho yaaa”. Jawab Bang Song diikuti dengan tawa mereka bersama.

“Selain itu, nih saya kasih tunjuk yaaa”. Bang Song menunjukkan Oppo F1s-nya.

“Di tombol tengah ini, bisa pakai untuk memindai sidik jarimu. 0.22s Touch Access!”.


“Dan ngga hanya satu, Oppo F1s ini bisa memindai sampai 5 sidik jarim yang berbeda, dan dijadikan sebagai tombol shortcut untuk langsung membuka aplikasi yang kamu inginkan”. Jelas Bang Song lebih dalam lagi.

“Misal nih, jempol kanan buat buka BBM. Telunjuk buat WhatsApp. Jari tengah buat Call contact mantan. Jari manis buat buka Path. Jari kelingking buat buka OK google: “Cara menambah ketampanan 5% perhari”. Terserah kalian dah... intinya, fitur ini bisa dibuat untuk menyimpan 5 sidik jari sesuai keinginan kalian”. Lanjut Bang Son.

“Bisa nyimpen kenangan juga ngga bang”. Jason mulai #ngeFeel :’v

#abaikan #lupakan #lanjut

“Trus bang, kalo buat maen game gitu bang? Kuat dan tahan ngga baterenya?”. Tanya Ali penasaran.

“Yaelah, cuman buat maen game doank mah cetek. F1s ini punya RAM 3GB dan Octacore 64bit processor di dalemnya. Jadi ngga usah khawatir masalah ngelak game, multitasking, semuanya dijamin lancar jaya kayak jalanan Jakarta pas mudik lebaran”. Pungkas Bang Song dengan mata sipitnya yang seakan-akan ikut berbicara.


“Total kapasitas Baterenya pun udah 3075 mAh. Belum lagi didukung dengan technologi VOOC Rapid Charge yang terkenal kecepatan dan amannya. Jadi masalah batere atau maen game nangkep pokemon sampe tepar juga ngga masalah”. Bang Song berhenti sejenak sembari menyeruput es teh milik Jason.

“Yaelah bang... ane yang beli belum nyentuh, eh udah di sruput duluan”.

“Ntar saya buatin lagi dah... elah”. Ucap Bang Song sembari beranjak dari tempat duduknya.

“Untuk storage-nya gimana bang?”. Tanya Ali penasaran (Part II)


“Ngga usah kuatir masalah storage. Oppo F1s udah nyediain 32GB buat ROM-nya. Dan bisa di tambah dengan memori card sampai 128GB. Itu udah lebih dari cukup buat nyimpen kenanganmu kok. Haha. Slot memorynya sendiri sudah menyatu dengan dua slot untuk SIM card-nya. Tinggal tarik di bagian kanan atas handphone. Semua SIM-cardnya juga sudah support 4G. Ngga perlu potong kartu juga. Simple no ribet lah intinya”. Jelas Bang Song sambil berjalan mengantarkan teh pengganti milik Jason.

“Thanks, bang. Etapi, ini tampilan hape abang bagus juga nih. Pake template apaan bang?”. Tanya Jason yang sedari tadi ngubek-ngubek handphone Bang Song.


“Itu bawaan dari Oppo F1s sebenernya. Color OS 3.0 berbasis Android 5.1 yang terbaru. Tampilannya fresh dan juga stabil. Ngga perlu donlad-donlod lagi... eman kuota. Hahaha”. Mereka tertawa bersama.

“Pertanyaan terakhir nih bang, aku kan mau jadi yutubers bang. Mau bikin volog volog gitu... kira-kira bagus nggak kameranya si Oppo F1s ini?”. Tanya Ali penasaran (The Last)

“Hahaha... maksudmu vlog yah? Haha. Jawaban dari pertanyaan kamu ini, malah sudah dijawab sama tagline-nya Oppo F1s sendiri. Yaitu Oppo F1s Selfie Expert!”. Jawab Bang Song yang mulai masuk mode MLM dari Korea sepertinya.


“Oppo F1s ini mempunya kamera belakang dengan resolusi 13MP. Lengkap dengan LED Flash dan aperture f/2.2. Sedangkan untuk kamera depannya malah lebih gila lagi. 16MP dengan aperture f/2.0 dan sensor 1/3.1 + Beautify 4.0. Jadi ngga usah kuatir masalah jerawat kadas kurap mengganggu selfiemu. Mau dinonaktifkan juga tinggal di geser ke kiri aja. Cuma bikin vlog yang lebih banyak nampangin muka mah, Oppo F1s ini jagonya malah”. Tuntas Bang Song sembari menyeruput es tehnya.




“Wah... abang tau vlog juga tah bang?”. Saut Jason yang baru saja menghabiskan baksonya.

“Yaelah gini-gini mah, saya juga suka nonton para youtuber keles. Koneksi udah 4G lak eman kalo ngga di manfaatin. Saya paling suka nonton channel-nya si gamer itu lhoo... Reza... Reza ‘Arap’ Oktovianusmaniani kan? Saya suka nonton itu...”. Jawab Bang Song sok cool.

“Oktovian kali bang -_- nyessel ane udah sempet kagum sama abang”. Jason menggerutu kecewa.

“Bisa jadi opsi nih Oppo F1s buat ente Al... sekalian besok kita testing, aku temenin”. Sambung Jason

“Oke dah, kalo gitu. Makasi juga ya bang. Ini total jadi berapa semua bang?”. Tanya Ali sambil beranjak dari tempat duduknya.

“20000 aja total semuanya”. Jawab Bang Song.

“Eh iya bang, for the very-very-very last nih bang, nama abang siapa sih?”. Tanya Ali sembari senyum agak manis.

“Nama saya Song-Jung Ki. Kenapa? hahaha”. Jawab Bang Song dengan nada bercanda.

“Oh... pantes... kayak familiar gitu mukanya... pas liat abang, entah kenapa jadi inget acara Super Family 1000”. Ali pun sudah mulai ngaco!

“Yowes... suwun yo bang!”. Sambung Jason.

Disinilah akhir dari pertemuan mereka. Berpisah dengan saling bertukar senyuman. Memberikan pesan bahwa jika ada waktu luang dan kesempatan, pertemuan kembali akan terjadi. Meskipun belum tentu kapan, yang pasti... dua mangkok bakso dan percakapan yang terjadi barusan, sudah ter-arsip dalam folder kenangan.

***Bersambung***


Gimana sinetronnya? Sudah habis tisu berapa bendel? Hahaha.

Di acara Oppo Community F1s Meet Up kali ini, aku belajar 3 hal baru. Yang pertama adalah pengetahuan mengenai Oppo F1s *yang sukses bikin ngiler*. Kedua adalah melihat secara langsung bagaimana pelayanan dari pihak Oppo terhadap keluhan penggunanya. Dimana pada saat itu juga O-fans yang hadir bisa komplain, curhat, segala macem lah pokoknya tentang produk Oppo selama ini. Langsung di jawab di tempat. Yang menurutku, ini adalah bentuk komitmen Oppo untuk lebih meningkatkan lagi kenyamanan dan kepuasan para usernya. Mendapat jawaban langsung atas unek-unek yang kita miliki secara langsung! Tanpa dilempar kesana-sini. *pengalaman kalau komplain biasanya gitu :v #maapcurcol


Dan hal yang ketiga adalah belajar bagaimana menikmati daging, meskipun tanpa nasi. Simple banget, dagingnya dibanyakin! Hahahaha #dasarMahasiswa.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian hadiah kepada pemenang lomba live tweet. Alhamdulillah @eobbher nyantol dikit.

Alhamdulillah...

Alhamdulillah (Season 2)


Kesimpulannya, acara ini... keren! Meskipun cuma sebagai selundupan, semoga bisa hadir lagi tahun depan! Amiiiin ~

Share:

Selasa, 20 September 2016

Menikmati Senja Sederhana di Selat Madura


Senja adalah salah satu cara alam membius penghuninya. Penghangat hati yang pernah terkapar dan terlunta-lunta. Penggali kenangan yang sudah lama terkubur dalam. Katalis rasa yang melebihi kata-kata. Hingga alasan lahirnya penyair caption dan hashtag tiba-tiba.

Hari itu, sepeda motorku melaju dengan kecepatan rata-rata. Menyusuri jalanan weekend kota Surabaya. Bersama kawan-kawan lama yang dulunya sih, biasa main petak umpet. Dimana yang jaga pada permainan terakhir, selalu menjadi korban ditinggal pulang sendirian. Ya, merekalah teman masa kecilku. Teman yang dulu kucel dengan ingus belepotan sampai ke jidat. Jidat orang lain pula :v haha. Tanpa terasa, bekas cukuran kumis dan jenggot kita sudah sama-sama kasar dan nampak nyata.

Jujur, ini pertama kali aku hangout bareng mereka. Tertawa lepas gegara film Warkop DKI Reborn yang baru saja kita tonton bersama. Dan sekarang, kita sedang dalam perjalanan pulang menuju Pelabuhan Penyebrangan Perak, Surabaya. Salah satu tempat dimana senja, membuai penikmatnya. Nostalgia dan senja. Sepertinya, bakalan cocok buat jadi judul sinetron pendek. *mungkin


Waktu di layar handphone menunjukkan waktu 17.00 WIB. Motor sudah terparkir dengan kunci ganda. Ku segerakan langkah untuk menuju lantai atas untuk mencari spot ternyaman untuk menikmati senja. Ditemani desiran ombak yang sedikit membuat kapal bergoyang, serta belaian angin laut dengan bau asinnya. This is it... mata dan lensa kamera, tak henti-hentinya terpesona oleh suguhan sederhana ini.




Ada banyak cara sebenarnya, untuk menikmati senja dengan lebih sempurna. Salah satunya adalah dengan suasana laut yang di tawarkan oleh Selat Madura ini. Bersama kapal-kapal yang nampak seperti sedang parkir seenaknya. Apalagi ditemani mbak-mbak yang entah siapa namanya tepat disebelah kita. Yah, meskipun keinginan untuk nyender di bahu hanyalah ilusi semata, minimal mata kita menatap ke arah senja yang sama. #duhMbak

Ah, terkadang senja bisa membuat orang biasa tampak seperti penyair kawakan. Padahal kan, senja cuma salah satu agenda harian. Hanya beberapa menit masa, ketika matahari bertukar tempat dengan bulan. Entahlah... aku sendiri juga ngga terlalu faham kenapa senja begitu istimewa.

Yang pasti, tanpa ku sadari... aku sudah menjadi salah satu penikmat senja. Senja sederhana, di Selat Madura.

Wassalam ~
Share:

Rabu, 07 September 2016

3 Benda yang Harus Ada di Dalam Dompet

Pernah ngga bepergian kemudian teringat suatu hal dan balik lagi ke rumah?. Ketika sudah setengah jalan atau bahkan tinggal beberapa centimeter lagi menuju tempat tujuan. Udah kecium tuh baunya tempat yang akan dituju, eh malah harus rela balik demi benda tersebut.

Salah satu benda yang akan membuatku balik lagi ke rumah jika sadar benda ini tertinggal, adalah dompet. Dan jika ditanya pun alasannya kenapa, kebanyakan orang tentu akan menjawab karena ‘uang’. Tapi, beda buatku! (sambil pasang muka songong). Di dompet, uang hanyalah nomor dua. Karena... emang jarang banget sih dompetku isinya uang, hahaha.

But gaes, kali ini aku ngga bakal bahas kenapa dompetku jarang berisi uang. Santai aja!. Aku akan membahas kenapa benda yang namanya dompet ini, menjadi benda yang sangat krusial untuk selalu dibawa. Kenapa si dompet ini layak diperjuangkan! Bahkan lebih pantas diperjuangkan dari hubungan kita yang tak tentu arah dan tujuannya! #eh #kokNgeFeel :P

Dan berikut... adalah 3 benda yang wajib ada di dalam dompetku, yang bisa kalian ambil hikmahnya. *mungkin :v


Uang

Sebagaimana mestinya, alasan terkuat dibuatnya benda yang berinisial dompet ini adalah tempat untuk menyimpan uang. Entah itu uang logam, atau yang paling sering adalah uang kertas. Awalnya, dompet yang sering kita jumpai saat ini mulai berkembang pada tahun 1690. Dimana pada tahun yang sama pula, uang kertas pertama kali diperkenalkan di Massachusetts. Begitulah sejarah singkat bangetnya dompet.

Jadi, yang perlu digaris bawahi gaes!. Sejatinya dompet adalah tempat untuk menyimpan uang. Ingat! TEMPAT UNTUK MENYIMPAN UANG!. Bukan untuk menyimpan sendal baru punya temen, pulpen hasil curian di kelas, apalagi kenangan dan perasaan yang tak tersampaikan... #uhuk!

Gitu ya gaes...

Kartu Tanda Pengenal (KTP)

Jika diibaratkan, dompet dan KTP ini mungkin ibarat HP Android dan PowerBank. HP Android ngga akan terlalu masalah meskipun tanpa PowerBank sebenarnya. Namun ketika daya HP ini habis, pastinya kita membutuhkan colokan donk? Membutuhkan PowerBank donk?. Sama seperti dompet yang ketika hilang, atau lupa, atau ketinggalan, atau dicopet dan atau-atau yang lainnya. Untuk mengetahui siapa pemilik dompet tersebut? ya jelas KTP ini yang akan menjadi rujukan pertama bagi si penemu dompet yang hilang di telan harapan~

Yah, seenggaknya buat para copet bisa bangga lah kalau ketika tau bahwa yang punya dompet namanya Mad Dog. The Most Greget Copet of The Year bisa nyopet punya bang Mad Dog :v

Gitu ya gaes... (part II)

Surat Wasiat

Hah? Surat wasiat? Ngga sekalian surat tanah sama suratan takdirmu bang? :v”

Yah... mungkin begitulah pikiran pertama kalian ketika membaca kata surat wasiat. Meskipun ngga lebay kayak diatas sih haha.

Surat wasiat yang aku maksud disini bukanlah surat wasiat yang seperti biasanya. Melainkan lebih ke surat yang ditujukan kepada orang yang menemukan dompet kita, jikalau dompet kita hilang. Bingung ngga sih dengan penjelasan tadi? Hahaha ini adalah contoh surat wasiat  yang ada di dompetku.


Untuk lebih kerennya, surat ini bisa diganti dengan kartu nama. Hampir sama seperti KTP, namun kartu nama ini biasanya didesain lebih bebas, lebih kece, dan disertai kontak yang bisa dihubungi. Tapi pada kenyataanya, ngga semua orang punya *termasuk aku. Jadi bisa menggunakan alternatif seperti apa yang aku lakukan diatas. Setidaknya, hal ini bisa membantu orang baik yang menemukan dompet kita dan ingin mengembalikannya.

Gitu ya gaes... (part III)

*bentar lagi jadi judul film nih :v


Kalau diatas aku sudah bahas tentang benda-benda ‘primer’ yang wajib ada di dalam dompet. Sekarang aku mau menambahkan benda-benda ‘tersier’ yang tanpa disangka-sangka, akan menjadi penting tergantung situasi dan keadaan bau mulut kita. Berikut adalah rentetan benda-benda tersebut.


Pas foto 3x4 & Fotocopy KTP

Bagi diri ku pribadi, penting untuk menyimpan foto kita sendiri (kalau bisa yang  3x4 resmi). Hah? nyimpen foto sendiri? cieee.... jo...; Iye! karena aku jomblo, single, sendiri, solo karir, ngga punya pacar! Entah apalah namanya. Puas luh? -_- #skip. Selain karena alasan yang ada sebelum kalimat ini, foto diri kita akan menjadi penting ketika tiba-tiba membutuhkannya. Seperti misal, ketika ingin mendaftar/mengurus dokumen yang bersifat resmi (biasanya yang berbau hukum atau pemerintahan) atau admisnistrasi yang membutuhkan pas foto. Begitu juga fotocopy KTP. Dan aku pribadi, sudah berkali-kali merasakannya. Hingga menjadikan kedua benda ini wajib ada di dalam dompet.

Surat-surat kendaraan

Nah, kalau yang ini sepertinya ngga usah dijelasin panjang lebar lah ya kenapa harus ada ketika bepergian. Malu lah sama kumis. Malu sama kutek kuku kalo masih nanya ini kenapa harus ada di dalam dompet.

e-Money

Ini adalah contoh, ketika jaman sudah berkembang dan menuntut kita untuk mengikuti perkembangan tersebut. Sebagai salah satu manusia yang lumayan updatable, aku juga merasa bahwa e-Money ini penting. Meskipun e-Money yang aku punya hanya kartu ATM. Intinya, ada kartu yang bisa dijadikan pengganti pembayaran lah.

Uang Receh

Dan yang terakhir juga paling penting terutama buat seorang toiletman sepertiku, adalah uang receh atau uang pecahan kecil. Seperti yang sama-sama kita tahu, bahwa kencing dan saudara-saudaranya itu ngga gratis. Kudu modal kalau pengen kencing dengan elegan! #eah. Jadi penting untuk membawa ‘uang kecil’ di dalam dompet.


Gitu ya gaes... THE MOVIE (Coming Soon at Bioskop kesayangan mantan anda)

*nah kan jadi film beneran :v

Wassalam!


NB :
Buat kalian yang punya saran benda apa lagi yang harus ada di dompet mungkin bisa di serukan via comment di bawah. Thanks and kecup manja gaesss #ueeek
Share: